Monday, June 8, 2009

KANTIN KEJUJURAN VERSUS PRINSIP 3-2-1

tulisan berikut gw dapet dari satriadharma’s weblog. gw suka ama isi dan gaya bahasanya. coz gw ngeliatnya gaya bahasanya yang asik gitu dan isinya juga cerdas dan menyentil. :)

KANTIN KEJUJURAN VERSUS PRINSIP 3-2-1

Kalau Anda belum tahu apa itu ‘Kantin Kejujuran’ sebaiknya Anda membaca link berikut ini (http://www.diknas-padang.org/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=23&artid=240) atau (http://blogberita.net/2008/03/02/kantin-kejujuran/), lantas setelah itu mari kita membayangkan sebuah kantin sekolah yang sungguh ideal dimana setiap siswa dan guru adalah mahluk-mahluk jujur belaka dimana jika mereka masuk ke kantin sekolah, yang biasanya dijaga oleh istri Pak Bon dengan mata elangnya, tapi yang satu ini tidak dijaga siapa pun kecuali sejumlah malaikat berstatus volunteer yang tidak terlihat dan mendapat tugas khusus untuk mencatat siapa-siapa saja siswa dan guru yang mungkin belum kaffah kejujurannya. Tapi kalau mau ngemplang ya silakan saja. Hebat kan!

Para pembeli di kantin ini tentunya, diharapkan, adalah para siswa dan guru yang memasuki kantin dengan penuh keimanan di dada dan juga harus menguasai matematika (minimal aritmatika dasar penambahan dan perkalian) agar tidak keliru dalam membayar sejumlah uang sesuai dengan makanan, minuman, dan camilan yang mereka konsumsi serta berapa kembaliannya. Tak ada istri Pak Bon dengan mata elang dan kejeniusan aritmatiknya yang akan menghitungkan berapa uang yang harus kita bayar untuk makanan dan minuman yang kita kudap (atau mengingatkan siapa-siapa yang ngeloyor begitu saja tanpa membayar seolah masih sanak famili dari Pak Bon pemilik kantin). Di kantin jenis ini diharapkan siswa tidak menerapkan Prinsip 3-2-1 yang biasanya mereka terapkan di kantin reguler.

Apa itu Prinsip 3-2-1? Mohon jangan membayangkan ini sebagai strategi atau formasi tim LA Lakers karena prinsip ini berbunyi “Makan 3, Ngaku 2, Bayar 1”. Ini adalah semacam kredo siswa-siswa ‘mbeling’ yang mungkin ada di setiap sekolah yang kalau makan di kantin sekolah selalu berusaha untuk menerapkan prinsip ekonomi yang mulia dan agung ‘dengan usaha sekecil-kecilnya mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya’, atau prinsip kreditor klas internasional yang berbunyi “Kalau bisa ngemplang kenapa harus bayar? Apa kata dunia…?!”.
Jadi kalau mereka masuk ke kantin mereka akan makan seenaknya dengan cepat (kalau bisa tanpa mengunyah) dan membayar seenaknya pula. Mereka adalah para ‘kreditor’ berdarah dingin yang tidak perduli apakah dengan tindakan mereka tersebut akan membangkrutkan Pak Bon pemilik kantin atau tidak. Mereka juga tidak segan datang berombongan dengan kecepatan kilat dan kerjasama yang rapi untuk menghabiskan kudapan yang tertata rapi di meja kantin sekolah. Dengan semangat “Vini, Vidi, Vici” mereka membuat penunggu kantin terbengong-bengong melihat betapa pisang goreng yang semula sudah dihitung baik-baik ada dua puluh biji tapi kemudian uang yang masuk ke kotak kas cuma senilai lima biji! Tak ada gunanya berdebat dengan siswa-siswa ‘berdarah dingin’ ini karena sulit untuk membuktikan siapa makan apa dan berapa banyak. Mereka akan saling melindungi bak mafioso Italiano. Paling-paling Pak Bon akan menyimpan dendamnya diam-diam seperti biasanya dan bermimpi suatu saat jadi kepala sekolah. Kalau saja dia punya kekuasaan seperti kepala sekolah mungkin siswa-siswa mbeling tersebut sudah ia pecat dari sekolah biar hidupnya ‘ngere’ semua. Kok ya tega-teganya mereka merusak perekonomian mereka yang begitu labil tersebut!

Jadi siswa-siswa ini memang perlu diajari soal kejujuran agar kalau mereka kelak jadi anggota masyarakat yang terhormat mereka tidak lagi berusaha ngemplang dan sabet sana-sini. Indonesia sudah kebanyakan koruptor dan something has to be done. Pelajaran kejujuran itu harus dimulai dari sekolah dan ide tentang ‘Kantin Kejujuran” tersebut sungguh menarik. Begitu menariknya sehingga dengan cepat ide ‘Kantin Kejujuran’ ini diadopsi di mana-mana dan dianggap sebagai sebuah solusi untuk mendidik manusia-manusia Indonesia yang terkenal ‘ndableg pol’ dalam soal korupsi. Ide ini berhasil entah dimana, diberitakan dengan penuh gegap gempita, dan dianggap sebagai sebuah cara yang sangat tepat untuk mendidik siswa agar kelak tidak tumbuh menjadi koruptor seperti bapaknya. Untuk itu siswa harus diajari untuk bersikap jujur, tidak boleh ngemplang di kantin, tidak boleh kucing-kucingan dengan Bu Bon bermata elang, dan yang penting diberi kepercayaan bahwa mereka, para anak-anak penerus generasi bangsa tersebut, pastilah bisa lebih jujur ketimbang bapaknya yang koruptor. “Beri aku sepuluh pemuda dan akan aku guncangkan dunia” begitu kata Sukarno dulu. “Beri aku sebuah kantin dan akan aku ubah mereka menjadi anak-anak yang jujur dan beriman belaka” mungkin ini kalimat turunannya. “Kantin Kejujuran” adalah ide yang sungguh original dan brilian untuk mengubah nasib bangsa yang terpuruk gara-gara korupsi yang sudah dianggap sebagai ‘gawan bayi’! (Paling tidak pada saat dicetuskan dan dibayangkan).

Tapi saya sungguh tidak bisa menahan geli ketika muncul berita tentang bangkrutnya sebuah kantin Kejujuran di SMAN Tulungagung yang diresmikan oleh Pak Bupati! Kantin kejujuran SMUN 01 Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang di-launching 20 hari lalu bangkrut. Pasalnya, modal awal yang disediakan panitia dan diharapkan bisa mencegah prilaku korupsi sejak dini tak kembali.
Realita ini membuat pihak sekolah memutuskan menutup sementara kantin kejujuran. Salah satu siswa kelas III IPA menuturkan, tidak sedikit dari teman-temanya yang sengaja mengambil untung dalam proyek yang disponsori Kejaksaan itu. Siswa yang tidak jujur dengan leluasa mengambil makanan dan minuman tanpa mau membayar. “Kalaupun membayar, biasanya oknum siswa ini mengambil kembalian uang yang tidak sesuai” lanjutnya. Modal awal sebesar Rp1.500.000, saat ini tinggal Rp. 90.000. Akibatnya kantin kejujuran ini harus ditutup untuk sementara untuk waktu yang tidak ditentukan. Mungkin harus menunggu program ‘bail-out’ dari Pak Bupati. 

Sekedar diketahui, kantin kejujuran SMUN 01 Boyolangu ini diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia. Selain Kejaksaan dan muspida setenpat, Bupati Tulungagung Heru Tjahjono beserta seluruh jajarannya menyempatkan hadir dalam acara ini. Baca http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/29/1/177767/kantin-kejujuran-tulungagung-bangkrut

Tidak sesuai harapan? Bagi saya it’s so predictable! Menurut saya sungguh naif jika Pak Bupati dan para muspida berharap akan menuai sukses dengan mudahnya. Mungkin mereka berpikir masalah kejujuran bagi siswa sekolah adalah masalah membalik tangan. Mungkin beliau-beliau ini berpikir bahwa para siswa mbeling akan keder dengan ‘malaikat pencatat amal’ yang tidak kelihatan. Sungguh menggelikan harapan ini. Mereka lupa bahwa kejujuran, dan nilai-nilai luhur lainnya, butuh keteladanan lebih dahulu utamanya dari bapak-bapak mereka yang punya ide. 

Para pejabat ini mungkin tidak sadar bahwa mereka berhadapan dengan anak-anak mafioso yang selama ini tidak gentar menghadapi Pak Bon dan tim auditornya. Jadi jelas mereka tidak akan menggubris konsep ‘malaikat.pencatat amal baik dan buruk’ yang tak nampak dan tak mampu berbuat apa-apa selain mencatat itu. Di tangan para siswa berprinsip 3-2-1 inilah nasib Kantin Kejujuran ditentukan. Selama Pak Bupati belum meneken ‘Pakta Perdamaian’ dengan para begundal ini maka jangan harap bendera “Kantin Kejujuran” akan berdiri tegak. Berapa pun modal Pak Bupati yang akan dikucurkan pada proyek mulia ini, insya Allah akan lari ke laut.

Saya jadi ingat bahwa saya sendiri dulu juga sesekali ngemplang di kantin Pak Bon padahal dari rumah sudah dibekali keimanan cukup banyak oleh orang tua (kecuali mereka lupa membekali uang saku). Saat itu bersekolah memang sulit. Boro-boro uang saku, lha uang transport saja kita tidak punya kok! Ke sekolah saja saya sering jalan kaki yang jaraknya 8 km dari rumah. Bayangkan laparnya perut terutama setelah pelajaran olahraga yang membakar sisa-sisa lemak yang menempel di tubuh kurus saya. Seandainya ada ‘kantin kejujuran’ saat itu, insya Allah akan saya sambut dengan sangat gembira. 
Jadi ketika perut tak bisa saya ganjal dengan keimanan seberapa pun besarnya dan tak ada teman yang ngajak ditemani makan di kantin maka saya terpaksa ‘ngutang tidak bilang-bilang’ sama Pak Bon. Sambil mengunyah pisang goreng dan ‘ote-ote’ saya tak lupa melayangkan sebuah doa dengan khusuk agar Pak Bon sekeluarga rahimakumullah selalu mendapatkan limpahan rejeki dan tidak bangkrut oleh ulah saya yang mempraktekkan Prinsip 3-2-1 tersebut. Saya tentu tidak bisa mengharapkan bahwa Pak Bon akan mendapatkan ‘bail-out’ dari sekolah jika bangkrut. Kalau Pak Bon bangkrut kemana lagi saya akan menggantungkan harapan akan sepotong dua potong kudapan gratis pengganjal perut lapar sialan saya ini. Alhamdulillah! Nampaknya doa saya cukup diterima oleh Tuhan karena ternyata kantin mereka tetap buka meski tidak mencatat kemajuan dan mereka tetap tidak bisa buka franchise di sekolah lain.

Selain kasus siswa melarat dan kurang iman seperti saya ada juga para gerombolan pengemplang profesional yang meski berasal dari keluarga baik-baik dan dapat uang saku cukup besar dari orang tua mereka tapi menganggap ngemplang di kantin semacam tantangan yang menggairahkan. Mereka menganggap ‘Prinsip 3-2-1’ ini semacam hobi yang perlu dikembangkan dan dilombakan antar mereka sendiri. Mereka ini jauh lebih berbahaya karena benar-benar berdarah dingin alias Raja Tega. Saya sering bergidik membayangkan betapa besarnya dosa-dosa mereka. Semoga Tuhan mengampuni jiwa mereka.

Jadi kalau “Kantin Kejujuran’ bangkrut menurut saya kemungkinannya jauh lebih besar ketimbang prosentase keberhasilannya. Selama masih ada orang-orang miskin yang berangkat ke sekolah dengan perut kosong, para gerombolan anak-anak liar yang belum berhasil dijinakkan, dan teladan lebih dahulu dari bapak-bapak mereka soal kejujuran maka ide “Kantin Kejujuran” tersebut hanya akan jadi olok-olok. Itu sama dengan undangan makan gratis bagi siswa-siswa tersebut. Ini seolah ada yang ulang tahun di kantin tersebut setiap hari.
Metode ini juga belum akan efektif jika belum ada komitmen bersama dari semua pihak di sekolah untuk mensukseskannya. Semua pihak harus disadarkan dulu betapa pentingnya program ini dan siswa-siswanya perlu ditanamkan rasa takut akan konsekuensi perbuatannya. Jadi tidak bisa hanya dengan keinginan Pak Bupati dan Kejaksaan. Ini harus menjadi komitmen semua pihak. Dan itu yang susah.
Komitmen? Makanan apaan itu? Bisakah Pak Bupati, para muspida, para pejabat, para guru, dan para orang tua lainnya juga menjaga komitmennya bahwa mereka juga akan menunjukkan contoh dan keteladanan bahwa mereka juga tidak akan ngemplang di ‘kantin kejujuran APBD’, ‘kantin kejujuran proyek’, ‘kantin kejujuran kasus’ dan ‘kantin-kantin kejujuran’ lainnya? Mereka harus menunjukkan bahwa mereka juga akan berusaha sama kerasnya dengan para siswa untuk melawan keinginan ngemplang mereka seperti selama ini. Tanpa contoh dan keteladanan maka berapa pun modal yang akan dibail-outkan ke kantin tersebut tetap akan hilang begitu saja.

So, bagaimana? Masak Pak Bupati dan Kejaksaan mau nyerah begitu saja?! Malu dong! Jangan menyerah begitu saja menghadapi anak-anak ‘bermasalah’ ini. Perlu juga disadari adanya fakta beberapa siswa yang benar-benar tidak punya uang untuk membayar jajanan di kantin tersebut tapi rongrongan perutnya lebih menuntut sedangkan keimanan belum masuk betul ke hati.
Saya usulkan agar ada buku catatan hutang bagi siswa yang benar-benar tidak bisa membayar saat itu. Minta mereka menuliskan berapa jajanan yang mereka makan dan tuliskan juga janjinya kapan akan dibayar. Meski ditulis ‘akan saya bayar kalau saya mbesok sudah kerjo’ ya biar saja. Bukankah itu juga bentuk latihan untuk menuju ‘kejujuran’?!
Selamat menikmati Tahun Baru 2009 dan semoga kita bisa lebih jujur daripada tahun kemarin. 

Balikpapan, 31 Desember 2008
Satria Dharma

tulisan berikut gw dapet dari satriadharma’s weblog. gw suka ama isi dan gaya bahasanya. coz gw ngeliatnya karena isinya cerdas

Kalau Anda belum tahu apa itu ‘Kantin Kejujuran’ sebaiknya Anda membaca link berikut ini (http://www.diknas-padang.org/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=23&artid=240) atau (http://blogberita.net/2008/03/02/kantin-kejujuran/), lantas setelah itu mari kita membayangkan sebuah kantin sekolah yang sungguh ideal dimana setiap siswa dan guru adalah mahluk-mahluk jujur belaka dimana jika mereka masuk ke kantin sekolah, yang biasanya dijaga oleh istri Pak Bon dengan mata elangnya, tapi yang satu ini tidak dijaga siapa pun kecuali sejumlah malaikat berstatus volunteer yang tidak terlihat dan mendapat tugas khusus untuk mencatat siapa-siapa saja siswa dan guru yang mungkin belum kaffah kejujurannya. Tapi kalau mau ngemplang ya silakan saja. Hebat kan!

Para pembeli di kantin ini tentunya, diharapkan, adalah para siswa dan guru yang memasuki kantin dengan penuh keimanan di dada dan juga harus menguasai matematika (minimal aritmatika dasar penambahan dan perkalian) agar tidak keliru dalam membayar sejumlah uang sesuai dengan makanan, minuman, dan camilan yang mereka konsumsi serta berapa kembaliannya. Tak ada istri Pak Bon dengan mata elang dan kejeniusan aritmatiknya yang akan menghitungkan berapa uang yang harus kita bayar untuk makanan dan minuman yang kita kudap (atau mengingatkan siapa-siapa yang ngeloyor begitu saja tanpa membayar seolah masih sanak famili dari Pak Bon pemilik kantin). Di kantin jenis ini diharapkan siswa tidak menerapkan Prinsip 3-2-1 yang biasanya mereka terapkan di kantin reguler.

Apa itu Prinsip 3-2-1? Mohon jangan membayangkan ini sebagai strategi atau formasi tim LA Lakers karena prinsip ini berbunyi “Makan 3, Ngaku 2, Bayar 1”. Ini adalah semacam kredo siswa-siswa ‘mbeling’ yang mungkin ada di setiap sekolah yang kalau makan di kantin sekolah selalu berusaha untuk menerapkan prinsip ekonomi yang mulia dan agung ‘dengan usaha sekecil-kecilnya mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya’, atau prinsip kreditor klas internasional yang berbunyi “Kalau bisa ngemplang kenapa harus bayar? Apa kata dunia…?!”.
Jadi kalau mereka masuk ke kantin mereka akan makan seenaknya dengan cepat (kalau bisa tanpa mengunyah) dan membayar seenaknya pula. Mereka adalah para ‘kreditor’ berdarah dingin yang tidak perduli apakah dengan tindakan mereka tersebut akan membangkrutkan Pak Bon pemilik kantin atau tidak. Mereka juga tidak segan datang berombongan dengan kecepatan kilat dan kerjasama yang rapi untuk menghabiskan kudapan yang tertata rapi di meja kantin sekolah. Dengan semangat “Vini, Vidi, Vici” mereka membuat penunggu kantin terbengong-bengong melihat betapa pisang goreng yang semula sudah dihitung baik-baik ada dua puluh biji tapi kemudian uang yang masuk ke kotak kas cuma senilai lima biji! Tak ada gunanya berdebat dengan siswa-siswa ‘berdarah dingin’ ini karena sulit untuk membuktikan siapa makan apa dan berapa banyak. Mereka akan saling melindungi bak mafioso Italiano. Paling-paling Pak Bon akan menyimpan dendamnya diam-diam seperti biasanya dan bermimpi suatu saat jadi kepala sekolah. Kalau saja dia punya kekuasaan seperti kepala sekolah mungkin siswa-siswa mbeling tersebut sudah ia pecat dari sekolah biar hidupnya ‘ngere’ semua. Kok ya tega-teganya mereka merusak perekonomian mereka yang begitu labil tersebut!

Jadi siswa-siswa ini memang perlu diajari soal kejujuran agar kalau mereka kelak jadi anggota masyarakat yang terhormat mereka tidak lagi berusaha ngemplang dan sabet sana-sini. Indonesia sudah kebanyakan koruptor dan something has to be done. Pelajaran kejujuran itu harus dimulai dari sekolah dan ide tentang ‘Kantin Kejujuran” tersebut sungguh menarik. Begitu menariknya sehingga dengan cepat ide ‘Kantin Kejujuran’ ini diadopsi di mana-mana dan dianggap sebagai sebuah solusi untuk mendidik manusia-manusia Indonesia yang terkenal ‘ndableg pol’ dalam soal korupsi. Ide ini berhasil entah dimana, diberitakan dengan penuh gegap gempita, dan dianggap sebagai sebuah cara yang sangat tepat untuk mendidik siswa agar kelak tidak tumbuh menjadi koruptor seperti bapaknya. Untuk itu siswa harus diajari untuk bersikap jujur, tidak boleh ngemplang di kantin, tidak boleh kucing-kucingan dengan Bu Bon bermata elang, dan yang penting diberi kepercayaan bahwa mereka, para anak-anak penerus generasi bangsa tersebut, pastilah bisa lebih jujur ketimbang bapaknya yang koruptor. “Beri aku sepuluh pemuda dan akan aku guncangkan dunia” begitu kata Sukarno dulu. “Beri aku sebuah kantin dan akan aku ubah mereka menjadi anak-anak yang jujur dan beriman belaka” mungkin ini kalimat turunannya. “Kantin Kejujuran” adalah ide yang sungguh original dan brilian untuk mengubah nasib bangsa yang terpuruk gara-gara korupsi yang sudah dianggap sebagai ‘gawan bayi’! (Paling tidak pada saat dicetuskan dan dibayangkan).

Tapi saya sungguh tidak bisa menahan geli ketika muncul berita tentang bangkrutnya sebuah kantin Kejujuran di SMAN Tulungagung yang diresmikan oleh Pak Bupati! Kantin kejujuran SMUN 01 Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang di-launching 20 hari lalu bangkrut. Pasalnya, modal awal yang disediakan panitia dan diharapkan bisa mencegah prilaku korupsi sejak dini tak kembali.
Realita ini membuat pihak sekolah memutuskan menutup sementara kantin kejujuran. Salah satu siswa kelas III IPA menuturkan, tidak sedikit dari teman-temanya yang sengaja mengambil untung dalam proyek yang disponsori Kejaksaan itu. Siswa yang tidak jujur dengan leluasa mengambil makanan dan minuman tanpa mau membayar. “Kalaupun membayar, biasanya oknum siswa ini mengambil kembalian uang yang tidak sesuai” lanjutnya. Modal awal sebesar Rp1.500.000, saat ini tinggal Rp. 90.000. Akibatnya kantin kejujuran ini harus ditutup untuk sementara untuk waktu yang tidak ditentukan. Mungkin harus menunggu program ‘bail-out’ dari Pak Bupati. 

Sekedar diketahui, kantin kejujuran SMUN 01 Boyolangu ini diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia. Selain Kejaksaan dan muspida setenpat, Bupati Tulungagung Heru Tjahjono beserta seluruh jajarannya menyempatkan hadir dalam acara ini. Baca http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/29/1/177767/kantin-kejujuran-tulungagung-bangkrut

Tidak sesuai harapan? Bagi saya it’s so predictable! Menurut saya sungguh naif jika Pak Bupati dan para muspida berharap akan menuai sukses dengan mudahnya. Mungkin mereka berpikir masalah kejujuran bagi siswa sekolah adalah masalah membalik tangan. Mungkin beliau-beliau ini berpikir bahwa para siswa mbeling akan keder dengan ‘malaikat pencatat amal’ yang tidak kelihatan. Sungguh menggelikan harapan ini. Mereka lupa bahwa kejujuran, dan nilai-nilai luhur lainnya, butuh keteladanan lebih dahulu utamanya dari bapak-bapak mereka yang punya ide. 

Para pejabat ini mungkin tidak sadar bahwa mereka berhadapan dengan anak-anak mafioso yang selama ini tidak gentar menghadapi Pak Bon dan tim auditornya. Jadi jelas mereka tidak akan menggubris konsep ‘malaikat.pencatat amal baik dan buruk’ yang tak nampak dan tak mampu berbuat apa-apa selain mencatat itu. Di tangan para siswa berprinsip 3-2-1 inilah nasib Kantin Kejujuran ditentukan. Selama Pak Bupati belum meneken ‘Pakta Perdamaian’ dengan para begundal ini maka jangan harap bendera “Kantin Kejujuran” akan berdiri tegak. Berapa pun modal Pak Bupati yang akan dikucurkan pada proyek mulia ini, insya Allah akan lari ke laut.

Saya jadi ingat bahwa saya sendiri dulu juga sesekali ngemplang di kantin Pak Bon padahal dari rumah sudah dibekali keimanan cukup banyak oleh orang tua (kecuali mereka lupa membekali uang saku). Saat itu bersekolah memang sulit. Boro-boro uang saku, lha uang transport saja kita tidak punya kok! Ke sekolah saja saya sering jalan kaki yang jaraknya 8 km dari rumah. Bayangkan laparnya perut terutama setelah pelajaran olahraga yang membakar sisa-sisa lemak yang menempel di tubuh kurus saya. Seandainya ada ‘kantin kejujuran’ saat itu, insya Allah akan saya sambut dengan sangat gembira. 
Jadi ketika perut tak bisa saya ganjal dengan keimanan seberapa pun besarnya dan tak ada teman yang ngajak ditemani makan di kantin maka saya terpaksa ‘ngutang tidak bilang-bilang’ sama Pak Bon. Sambil mengunyah pisang goreng dan ‘ote-ote’ saya tak lupa melayangkan sebuah doa dengan khusuk agar Pak Bon sekeluarga rahimakumullah selalu mendapatkan limpahan rejeki dan tidak bangkrut oleh ulah saya yang mempraktekkan Prinsip 3-2-1 tersebut. Saya tentu tidak bisa mengharapkan bahwa Pak Bon akan mendapatkan ‘bail-out’ dari sekolah jika bangkrut. Kalau Pak Bon bangkrut kemana lagi saya akan menggantungkan harapan akan sepotong dua potong kudapan gratis pengganjal perut lapar sialan saya ini. Alhamdulillah! Nampaknya doa saya cukup diterima oleh Tuhan karena ternyata kantin mereka tetap buka meski tidak mencatat kemajuan dan mereka tetap tidak bisa buka franchise di sekolah lain.

Selain kasus siswa melarat dan kurang iman seperti saya ada juga para gerombolan pengemplang profesional yang meski berasal dari keluarga baik-baik dan dapat uang saku cukup besar dari orang tua mereka tapi menganggap ngemplang di kantin semacam tantangan yang menggairahkan. Mereka menganggap ‘Prinsip 3-2-1’ ini semacam hobi yang perlu dikembangkan dan dilombakan antar mereka sendiri. Mereka ini jauh lebih berbahaya karena benar-benar berdarah dingin alias Raja Tega. Saya sering bergidik membayangkan betapa besarnya dosa-dosa mereka. Semoga Tuhan mengampuni jiwa mereka.

Jadi kalau “Kantin Kejujuran’ bangkrut menurut saya kemungkinannya jauh lebih besar ketimbang prosentase keberhasilannya. Selama masih ada orang-orang miskin yang berangkat ke sekolah dengan perut kosong, para gerombolan anak-anak liar yang belum berhasil dijinakkan, dan teladan lebih dahulu dari bapak-bapak mereka soal kejujuran maka ide “Kantin Kejujuran” tersebut hanya akan jadi olok-olok. Itu sama dengan undangan makan gratis bagi siswa-siswa tersebut. Ini seolah ada yang ulang tahun di kantin tersebut setiap hari.
Metode ini juga belum akan efektif jika belum ada komitmen bersama dari semua pihak di sekolah untuk mensukseskannya. Semua pihak harus disadarkan dulu betapa pentingnya program ini dan siswa-siswanya perlu ditanamkan rasa takut akan konsekuensi perbuatannya. Jadi tidak bisa hanya dengan keinginan Pak Bupati dan Kejaksaan. Ini harus menjadi komitmen semua pihak. Dan itu yang susah.
Komitmen? Makanan apaan itu? Bisakah Pak Bupati, para muspida, para pejabat, para guru, dan para orang tua lainnya juga menjaga komitmennya bahwa mereka juga akan menunjukkan contoh dan keteladanan bahwa mereka juga tidak akan ngemplang di ‘kantin kejujuran APBD’, ‘kantin kejujuran proyek’, ‘kantin kejujuran kasus’ dan ‘kantin-kantin kejujuran’ lainnya? Mereka harus menunjukkan bahwa mereka juga akan berusaha sama kerasnya dengan para siswa untuk melawan keinginan ngemplang mereka seperti selama ini. Tanpa contoh dan keteladanan maka berapa pun modal yang akan dibail-outkan ke kantin tersebut tetap akan hilang begitu saja.

So, bagaimana? Masak Pak Bupati dan Kejaksaan mau nyerah begitu saja?! Malu dong! Jangan menyerah begitu saja menghadapi anak-anak ‘bermasalah’ ini. Perlu juga disadari adanya fakta beberapa siswa yang benar-benar tidak punya uang untuk membayar jajanan di kantin tersebut tapi rongrongan perutnya lebih menuntut sedangkan keimanan belum masuk betul ke hati.
Saya usulkan agar ada buku catatan hutang bagi siswa yang benar-benar tidak bisa membayar saat itu. Minta mereka menuliskan berapa jajanan yang mereka makan dan tuliskan juga janjinya kapan akan dibayar. Meski ditulis ‘akan saya bayar kalau saya mbesok sudah kerjo’ ya biar saja. Bukankah itu juga bentuk latihan untuk menuju ‘kejujuran’?!
Selamat menikmati Tahun Baru 2009 dan semoga kita bisa lebih jujur daripada tahun kemarin. 

Balikpapan, 31 Desember 2008
Satria Dharma

Saturday, May 30, 2009

INNALILLAAHI...
telah berpulang ke sisiNya, kemaren, karena dari gejala2nya sih kayaknya doi yang kena tumor gitu, dikatakan di berbagai web bahwa tumor pada hamster cuma bisa ditangani dengan operasi, tapi itupun 50:50 coz gak menjamin tumornya ilang total...gitchuuu...>.<
Hamsterku yang lucu....huhuhu...semoga kau bahagia disana ya terrr...

ihh..sumpahh..sedih lho...

pada datang ya ntar ke acara tahlilan 100 hari meninggalnya hamster...kita bacain yasin bareng2...(tsahh..sinetronbangetss..)

may you rest in peace my cute hamster...
hiks...T.T
in memoriam...

my lovely hamster....T.T

Wednesday, May 13, 2009

ISENG AJA

Waktu lagi nge-browse gw dapet nih video aneh tentang ngupil, iseng-iseng aja gw pasang nih disini.. :p

Wednesday, April 29, 2009

NGUPIL ITU INDAH

Itu judul blog gw, tapi mungkin lo pada nanya, napa nama blognya itu? apa seh arti pentingnya ngupil bagi gw? sampe gw bela2in make tuh kata2 eksotis jadi judul blog goblog gw?
begini ceritanya....
Lo masih pade masih inget gak? waktu kita masih SD dulu, kita sering lomba cepet-cepetan ngucapin mantra ajaib mandraguna (napa gak masturguna aja yah? Hmmmm….) yang kalo diucapin dengan kecepatan 450 km/jam sambil goyang ngebor dicampur goyang ngecor di depan burung beo, tuh beo dijamin bakal langsung bengong bego, nyengir-nyegir gak jelas, trus kejang-kejang gitu deh, mantra itu adalah “Kok kuku kuku kaki kakak kakekku kaku-kaku”.

Hehehe…emang nih waktu jaman jahiliyah dulu, waktu jaman-jamannya kita kencing masih belon bisa lurus, waktu jaman-jamannya kita bisa digebukin cuman gara-gara nyambit kulit pisang ke kepala orang yang lagi lewat (eh sekarang masih ya?). Eniwei, pada masa-masa lugu itu, hal-hal baru apa aja (walopun sekarang dah gak penting lagi buat kita) selalu dianggap menarik untuk dicoba atau bahkan dijadikan cita-cita yang sangat mulia, contohnya salah satu murid SD gw Duncan (dari amerika) waktu gw tanya apa cita-citanya dia bilang “I WANNA BE A NINJA..!!” terus dia lari-lari keliling kelas gitu sambil loncat-loncat gak jelas menirukan gerakan ninja haha, itu ngingetin banget ama masa kecil gw dulu waktu pertama kali nonton Gogle-V (Five), itu pilem yang sekarang ini sejenis ama Power Ranger gitu deh, waktu nonton Gogle five gw langsung punya cita-cita mulia bahwa kalo besar nanti gw harus jadi google five / power ranger










(cita-cita gw waktu kecil, jadi power ranger !!)


Waktu kecil semua hal selalu kita anggap menarik untuk dicoba walopun pas udah gede kita ngerasa itu sumpah gak penting banget, misalnya mantra “kuku kaki” yang gw sebutin diatas tadi.


Kuku…, sekilas keliatannya gak penting banget untuk diomongin, (cieee…, mulai berat neh bahasanya) tapi ternyata menurut hasil penelitian riset mendalam para ilmuwan2 NASA, kuku ternyata telah terbukti memiliki peranan yang penting banget bagi kelangsungan hidup umat manusia di dunia ini dan sekitarnya . Menurut hasil riset rahasia yang sangat mendalam tersebut, fungsi kuku yang sangat menakjubkan dan menggetarkan dunia persilatan adalah (suara drum sirkus)

JREEENGGG….!!!!

Kuku secara menakjubkan bisa digunakan untuk……Ngupil.!!!, ngorek kuping!, mejet jerawat!, mejet keypad HP yang kekecilan!, ngerobek bungkus Indomie!, dan yang lebih menakjubkan lagi sodara-sodara, kuku pada saat darurat bisa digunakan buat nyakar pas kita lagi berantem ama kucing tetangga ngerebutin ikan asin. Menakjubkan sekali bukan…., saya sampe merinding dan mules sendiri2 mendengar kabar ini (aslinya sih baru aja salah makan nasi basi). Tapi sodara2 ternyata masih ada satu lagi fungsi kuku yang menakjubkan yang lolos dari penelitian NASA, itulah yang bakal gw ceritain disini.

Bicara tentang kuku, sewaktu kecil arti kuku belon begitu penting bagi gw, waktu itu menurut gw kuku sama sekali gak berguna, kuku gak bisa dipake buat marut kelapa, kuku gak bisa dipake buat nebang puun jengkol, kuku juga gak bisa dipake buat ngaduk semen, pokoknya gak banget deh. Kuku hanyalah sesuatu yang harus dipotong rapi tiap minggu kalo jari2 gw yang lentik dan mulus gak mo digetok pake mistar kayu seratus senti ama guru olahraga. Tapi kemudian filosofi hidup gw tentang kuku berubah 180 derajat setelah gw lulus SMA.

Di bangku kuliah gak ada peraturan semacam itu lagi, jadi gw bisa bebas mo manjangin kuku ato gak, lagian pada waktu itu gw juga lagi belajar maen gitar, agar senar yang gw petik bunyinya nyaring, maka kuku jari sebelah kanan gw panjangin, sedangkan kuku jari sebelah kiri gw pendekin biar bisa lincah nekan senar, alhasil keliatannya gak imbang banget, sebelah kanan panjang, sebelah kiri pendek. Walopun keliatannya menentang kodrat alam dan hukum relativitas Einstein, gw tetep mempertahankannya.

Tapi sedihnya, semenjak gitar gw hilang dibawa kabur ama temennya adek gw entah kemana, gw jadi kehilangan motivasi dan semangat untuk mempertahankan kuku yang panjang sebelah itu, perlahan2 kuku gw yang sebelah kiri, yang tadinya pendek, sekarang gw biarin semakin panjang, semenjak itu juga entah kenapa kualitas kehidupan dan fengshui gw semakin membaik, gw kok yang berasa makin pewe aja yah, gw ngupil jadi makin jago, kalo lagi gatel gw ngegaruknya makin asoy, bahkan ngorek kuping dan ngerobek bungkus indomie bisa gw jabanin sambil merem (penting gak seeehhh…). Tapi kuku gw gak pernah sampe panjang2 banget kok, biasanya sih kalo udah kelewat panjang patah sendiri, trus walopun panjang gitu tapi kuku kuku gw selalu bersih dan higienis karena selalu gw bersihin pake pembersih lantai tanpa kuman kepercayaan seluruh keluarga yang telah dianjurkan oleh asosiasi dokter gigi indonesia (iya.., gw tau, gak nyambung).

Gw inget, waktu SD terakhir kali gw nyebutin tuh mantra kuku kaki, pas gw lagi diatas genteng megangin antena tipi, akhirnya 20 tahun setelah itu, gw dapet panggilan wawancara jadi guru bahasa Inggris (gak ada hubungannya ama tuh mantra) di salah satu SMA swasta islami yang lumayan elit di Surabaya.Setelah dandan rapi jali serta tak lupa gosok gigi gw langsung cabut ke tempat interview, disono ternyata para pelamar yang laen udah pada rame ngantri. Gw datang jam 9 dan baru dapet giliran setelah jam satu siang teng, pas tampang gw udah lecek abis. Tapi untung aja berkat gw yang punya bakat dandan cepet, gak sampe 10 detik, tampang gw yang lecek abis, gw ubah jadi lecek doang, lumayan, naik satu level.

Memasuki ruang interview, gw sedikit kaget, ternyata ada empat orang yang bakal nginterviewin gw, bukan nape sih, soalnya selama ini, biasanya gw selalu diwawancarain ama satu orang doang.

Pewawancara pertama, bagian Biodata

Gw ditanyain macem2 tentang jati diri gw, apa bener gw punya hubungan dekat dengan dakocan dan badut ancol, kalo iya, lalu kenapa tampang gw mirip ama Nicholas Saputra ?! (ngarep…)

Pewawancara kedua, kurang lebih sama kayak Gw cuman disuruh nyengir aja, katanya ngeliat gw dia inget ama si Momon, monyetnya yang mati ketabrak mesin gilingan.

(Aslinya sih gw gak gitu inget2 banget mengenai pewawancara pertama dan kedua, cuman samar2 aja, yang paling gw inget adalah pewawancara ketiga dan keempat, kira2 seperti ini dialog diantara kami yang sangat menyentuh kalbu tersebut)

Pewawancara ketiga, bagian bahasa Inggris.

Gw dikasih gambar kuda nyengir sama orang dan disuruh nyeritain sesuatu tentang gambar tersebut pake bahasa Inggris, trus dites ngajar sebentar, abis itu gw ditanya beberapa kosakata bahasa Inggris, disinilah fenomena aneh itu terjadi, entah mungkin karena gugup terus kelupaan ato dulunya gak tau sekarang lupa, pas tuh orang nanya ke gw bahasa Inggrisnya ubun2 ama pusar, gw langsung nyengir dengan senyuman termanis yang kumiliki sambil garuk2 kepala dengan imutnya, sebelnya gw baru inget pas dalam perjalanan pulang, bahasa inggrisnya ubun2 tuh crown, kalo pusar tuh Navel ato Belly button, gw yang sampe nyengir2 sendiri gak jelas sepanjang perjalanan pulang.

Pewawancara keempat, bagian Agama (Untuk selanjutnya kita sebut P4)

Kalimat pertama yang dia ucapkan adalah “Maaf…, kok kukunya panjang2 ya?, bukankah adalah sunnah Nabi untuk memendekkan kuku, lagipula anda adalah seorang pengajar, seorang panutan, apakah pantas anda memberi contoh kepada murid2 dengan berkuku panjang seperti itu. Anda pasti punya alasan tersendiri, kalau boleh kami tahu, apa alasannya?”

Asli…, gw yang sempet bengong gitu, sambil gelagapan gw jawab “I..ini buat main gitar kok”

P4: “Oh ya…?! Bukannya akan lebih sulit untuk menekan senar gitar dengan kuku2 yang panjang seperti itu? Ayolah jujur saja, apa alasannya?”

Gw: dalam hati* nih orang ngotot banget ya, gak mungkin dunk gw bilang kalo alasan gw manjangin kuku selama ini adalah supaya gw bisa pewe NGUPIL, ngorek kuping dan gegarukan?!! Gak elit banget dunk ah, bisa jatuh gengsi, martabat dan harga diri gw.

TIIINNNGGG…!!!!!

Akhirnya gw kepikiran satu jawaban yang paling pas, jawaban yang paling sempurna, jawaban yang sangat bergengsi, berkelas, bermartabat, jawaban yang mencerminkan penampilan, harga diri, dan kepribadian gw yang sangat menawan, tidak sombong dan rajin menabung (…tiap pagi).

Gw jawab ngasal aja: “Hehehe…., ini supaya kalo keramas bisa lebih maksimal…” (ini beneran sodara2)

HUAHAHAHAHAHAHAHA…..!!!!!!!

Kontan aja seluruh pewawancara pada ngakak kenceng.

P4 nyolek P3: “Hahaha….Pak, selama ini bapak keramasnya maksimal gak?!”

P3: masih ngakak, gak bisa ngejawab.

Nah gw?!, sekali lagi gw cuman bisa cengengesan dan memberikan senyuman termanis dan terindah yang gw miliki.

Hasil wawancaranya?! Seperti yang lo udah bisa tebak sendiri,untuk sementara, posisi sebagai Kepala Sekolah belon tersedia bagi gw di sekolah itu, yahhh… mo gimana lagi.

Tapi gw sebel juga, kukuku telah difitnah dengan konspirasi terselubung yang sedemikian keji tanpa memperhatikan isi konvesi Jenewa yang isinya sampe sekarang gw masih belon jelas. Pokoknya gw gak rela..!!! harga diri gw sebagai cowok lugu, imut dan tak berdosa (deskripsi kejiwaan waktu gw baru lahir) sekarang mah dah bejad..hehe.. :P) langsung berontak

Waktu itu gw bertekad…, gw gak bisa seperti ini terus, gw harus berubah, gw gak bisa ngebiarin kukuku mendapatkan fitnahan yang lebih keji lagi. Akhirnya dengan berat hati kukuku gw potong semua dengan masih menyisakan kuku kelingking dan jempol (supaya masih bisa ngupil dunk, teteeeppp…).
sumpaahh.., gila aja, kalo semua kuku gw potong dan gak ada kuku yang gw sisain, gak kebayang deh, gimana cara gw ngupil. Gw dulu pernah motong semua kuku, eh pas mau ngupil, yo olooohhh... susah bangeeet.., gw ubek2 idung gw sejam lebih, tetep aja gak ada upil yang nyangkut..., akhirnya gw cuma bisa nunggu sampe kuku gw panjang lagi, kebayang gak tuh dah berapa banyak upil yang numpuk, gimana coba kalo gw sampe sesak napas gara2 upil, terus masuk koran kriminal pagi, "seorang cowok imut ditemukan tewas sesak napas karena upil" gak banget kan?!!.., itulah napa gw pake kata2 upil sebagai judul blog gw, sampe dulu gw gak lolos wawancara kerja ya gara2 belain manjangin kuku buat ngupil.
P.s:
Ngupil itu indah jenderaalll..!!!!

Monday, April 6, 2009

DIET SUPERR EKSSTRRIIMM...(Don't try this at home)

“wiiiiii..kamu kok gemuk gitu sekarang.., kayak bapak-bapak”
”waduh.., kok lo makin ndut ya?”
”ya ampuunn, kowe kok dadi bunder ngono toohh leeee...?!!”
”sumpriitt...lo kok jadi gendut gitu siihh sekarang..?”
”kamu gak hamil kan?”
Terus gw jawab sambil megang perut gw dengan tampang depresi berat (ato tampang org lagi mules) ”Jadiiiii.., inii anaakk siapaaa...?!!” (lebay mode: ON)

Kecuali kalimat terakhir tadi, itulah rata-rata celetukan yang dikatakan ama orang lain yang udah lumayan lama gak ketemu ama gw.

Huhuhu...!!! T.T
tidaaakk...!! ohh...nooo...!!! ojooo..!!! neehiiiii...!!! mboteeenn..!!! ....>.<....
selain napsu-napsu yang lain, ini juga pasti gara-gara napsu makan gw yang gila-gilaan belakangan ini...(tarik nafas panjang...)
kepikiran mau diet, tapi seringnya sih napsu makan gw mengalahkan akal sehat gw.
Trus setelah beberapa hari memikirkan cara diet (sambil ngemil di MCD, J.cko, or KFC), akhirnya gw nemuin satu cara yang brilian, signifikan, simultan, dan korespondan yang tak akan terpikirkan oleh orang jenius kayak mbah Einstein sekalipun, cara yang akan mengguncangkan dunia persilatan, cara yang akan membuat nenek-nenek saltopun langsung termehek-mehek sambil ngesot, cara yang akan membuat Bang Haji Oma mengelus2 bulu dadanya sambil mengucapkan kata TERRLAALU..!! Sodara-sodara......!!! believe it or not...!!! Gw membuat program diet super ekstrim 3 sehat 1 sempurna.

Sehat yang pertama: 
gw banyak2in makan yang pedes2: 1) tahu isi sebiji cabenya 5 biji, 2) bakso semangkok sambelnya 1 sendok (nasi), 3) nyemil sambel terasi. 4) masakan padang yang pedes, berminyak dan banyak santannya.

Sehat yang kedua:
Sering2 makan atw minum yang kecut2: 1) jeruk nipis anget segelas, 2) sari asem (biar rapeettt boo’), 3) apel kecut.

Sehat yang ketiga:
Sering2 mimik yang adem2: 1) Air es, 2) es teh, 3) air mendidih yang diangin2kan dulu di suhu luar lalu dimasukkan ke kulkas sampe dingin membeku (yeee...jadinya air es juga dodol..!!)

Oke..oke.., gw akui, ketiga jenis makanan dan minuman diatas sama sekali gak sehat dan lebih bersifat seperti racun tikus daripada untuk kesehatan...

Tapi disinilah letak kesempurnaannya....

1 sempurna:
Mengkonsumsi makanan dan minman racun tersebut tidak dapat dipungkiri lagi langsung bekerja sempurna pada tubuh gw, gak percaya? Tanya gw..!!! gw langsung jawab..trust me it works..!!! (Iklan L-men mode: ON).

Buktinya setelah membiarkan seluruh tubuhku ini dijamah (tssaahh..) dengan binalnya oleh makanan2 dan minuman2 beracun setara limbah nuklir tersebut.
Gue langsung.........
MENCREETTT...dengan indahnya.....!!!
JENG..JENG..JENG...!!!

Gue ulangi lagi....

MENCREETTTT...!!!!
JENG..JENG..JENG...!!!

Bolak-balik gw tawaf ke kamar mandi cuma buat setoran doang...hasilnya...!!!! dalam beberapa hari berat badan gw langsug turun drastis. Sengaja gw gak minum obat sakit perut biar efeknya lebih terasa..!!! perlahan2 berat badan ideal gw kembali...!!! ini sungguh SEMPURNA...!!!

Program diet super ekstrim 3 ”sehat” 1 sempurna
BERHASIL...!!!!


Pengakuan orang2 yang telah mencoba program ini:
Bejo (bukan nama sebenarnya)
”Setelah mencoba program diet ini, berat tubuh saya turun drastis, tapi saya tidak bisa menghentikan efek mules2nya, hasilnya sekarang saya di opname 2 minggu karena kekurangan cairan tubuh kronis.”

Pak sabar (penjual bakso)
”Dagangan saya jadi laku keras dan cepat habis terutama sambelnya, sempat saya berpikir nih anak singkong mungkin mau bunuh diri, ketika melihat dia mengambil sambel dengan porsi jumbo dan tak masuk akal sehat manusia normal...., entah kenapa cuma ngeliat dia makan aja saya langsung berasa mules.”

Pak haji somad 
”Ooooh jadi tuh anak ya...yang nyolong jeruk nipis di kebun jeruk anee..?!!!”

Nyokap
Sembil gedor2 pintu kamar mandi ”Jangan bolak-balik ngabis2in aer kamar mandi..!!! aer mahal..!!!”

Jadi..!!! tunggu apalagi..??!!!

cobalah sekarang juga..!! rasakan khasiatnyaa..!!! hanya utk anda yang bernyali gedee..!!!

(resiko ditanggung sendiri....XP)
WALAUPUN...

mulut ini pedes...

hati ini perih...

perut ini mules...

p****t ini ngilu...

tapi...
kebenaran harus tetap ditegakkan..!!

merdeka..!!!

*jeritan hati seorang tukang upil di dalam WC*
EFEK SAMPING SETELAH MENCRET BERKALI-KALI

Wednesday, January 28, 2009

Gue : Ingat..! Pada lomba berikut masing2 team harus memakai dress code yang unik dan gokil, no school uniform allowed.!! so any idea?
Bejo : gimana kalo kita pake baju SMP?
Gue : nanggung, napa gak baju SD sekalian, kayak di extravaganza, biar ekstrim sekalian
Markonah : emoohhh, isin yoo..(maleess, malu yaa)
Panjul : gak setuju..!! kakiku sudah berbulu mas..!!
Paiyem : rain coat aja mas..!! yang doreng2 tentara, supaya gak kehujanan dan bisa buat perang sekalian..
Gue : ke laot aja lo...
Gue : ayo dong, ide yang normal dikit tapi gokil..
Paiyem : baju doraemon mas.., kan luthuu...
Gue : (menarik nafas panjang)

Gue : Pada lomba berikut masing2 team harus memakai dress code yang unik dan gokil, no school uniform allowed.!! so ada ide?
Bejo : gimana kalo kita pake

Sunday, January 25, 2009

HAL TERGILA SEPANJANG KARIR GUE SEBAGAI MANUSIA (yang gue inget aja lho ya)

Daftar kegokilan gw sewaktu SD antara lain,

Gw ama si Opik (adek gw) pernah punya ide tergila semuka bumi, pada sore hari yang cerah itu, ketika semua orang sedang bercengkerama dengan santai bersama keluarga dan handai taulan di pekarangan rumah masing2 untuk menikmati indahnya sore itu, tiba2 saja kita berdua LOMBA LARI TELANJANG KELILING KOMPLEK..!!!* sumprit ini beneran* gak tau dah waktu itu kita lagi kesambet malaikat ato bidadari darimana, kita tuh yang cekikikan sambil lari2 gitu, persis kayak dua anak tuyul yang baru aja lepas dari kandang kambing...

Gw gak gitu jelas, tapi kayaknya sih orang2 sekomplek yang pada langsung bengong gak percaya gitu, gak tau deh kalo ada yang sedang makan terus langsung keselek pas ngeliat kita. Hehehe..bodo amat dah...

Pernah juga nih, (waktu itu gw juga masih SD), pada suatu hari gw lagi jalan2 di pinggir jalan raya, jarak dari rumah gw waktu itu sekitar sekilo, asli, gw yang cuman jalan kaki aja waktu itu,( iseng amat ya). terus tiba2 saja terjadi sesuatu yang diluar nalar manusia normal, BROOOTTT...!!!! GUE MENCRET DI CELANA..!!!! padahal gw kan yang lagi di pinggir jalan raya gitu, masa sih gw harus ngelepas celana trus telanjang bulat jalan kaki sekilo ke rumah gw dengan pantat yang belepotan lele kuning, gak bisa...!!!gak bisa...!!! harga diri gw terlalu tinggi untuk melakukan hal2 rendahan seperti itu..!!!( nah trus yang lari telanjang keliling komplek tuh apaan..??!!!).

Pas gw yang lagi bingung2 gitu, tiba2 saja bokap tetangga gw yang lagi naek mobil berhenti di samping gw, kebetulan anaknya yang juga temen maen gw juga ikutan, jadinya gw ada temen ngobrol deh, "Yang kok lo ada disini...?? mo ikutan pulang gak..?!!" tanya temen gw. ya udah gw iyain aja, waktu itu gw langsung teringet nasehat guru ngaji gw, katanya sih orang2 imut dan beriman selalu dimudahkan jalannya oleh Tuhan YME.(cieeeeeee..... ^^)

Trus gw masuk ke mobil dan mobilnya langsung jalan, tiba2 aja bokap temen gw nyeletuk "Yang..., kamu tadi nginjek tai kucing ya? kok bau banget...??!!"

Gw langsung pasang tampang imut tak bersalah "gak tuh....?!!" *sambil ngeliatin sendal gw yang emang gk bersalah*

Temen gw: Tapi kok bau banget ya....??!!"

Gw imut: Gak tau deh om...


Dan karena gak menemukan sumber bau, akhirnya temen gw ama bokapnya terpaksa harus menikmati sisa2 waktu menuju ke rumah mereka dengan menghirup sisa2 limbah nuklir yang sedang gw dudukin. Mwuahahahaha.....!!! (ketawa setan)


Begitulah..., masa kecil gw berlanjut dengan berbagai pengalaman2 gila lainnya, seperti dirubung semut merah pas gw maen petak umpet, ceritanya gw lagi sembunyi, gw tiarap di balik semak2, tapi kok perasaan makin lama makin gatel ya..? ehhh.., gak taunya gw tadi baring di atas sarang semut merah

...MAMPUS DAH GW...!!!!

Gw tuh yang langsung lari tunggang langgang ke rumah dan membuka baju dan celana gw satu persatu sambil lari, sekali lagi orang2 sekomplek bengong.., takjub melihat tingkah gw yang rada2 ajaib, nyampe dirumah gw langsung nyiram sekujur tubuh dengan minyak tawon.


Terus gw juga pernah hampir hanyut di kali yang deras pas lagi mo nyuci kaki gw, tiba2 aja kaki gw terseret derasnya air kali, gw langsung beneran hanyut, mana gw gak bisa berenang lagi, saat itu semua kenangan indah dalam hidup gw langsung berkelebat, gw ingat tadi pagi nyolong duit nyokap cepek buat beli chiki, gw inget tadi di sekolah waktu istirahat menang main gundu, gw ingat tadi pulang sekolah dikejar2 ama anjing, gw inget gw belum ngerjain pe-er, tiba2 aja ketika gw udah nyium bau surga (apa bau ketek gw ya..??!!), seseorang narik tangan gw, terus gw diselamatin ke tepi kali, emang gwnya aja cuek, abis gitu gw langsung maen2 lagi deh ama temen2 gw.


Tapi ada satu kejadian yang betul2 pernah hampir merenggut nyawa gw, waktu itu di rumah kakek gw di surabaya, gw kan yang lagi batuk gitu, gw nyari2 obat batuk di dekat lemari makan kakek, waktu itu gw ngeliat ada sebotol obat batuk yang masih ada isinya, ya udah gw telen aja tuh obat batuk, pas udah gw telen beberapa teguk tiba2 aja perut gw mules..., pala gw pusing..., mata gw yang indah terasa berat.., sayup2 terdengar suara kakek gw menjerit histeris..YA AMPUN YANGG..!!! ITU KAN BENSIN..!!!!

Seisi rumah langsung panik..., gw dicekokin susu banyak2 biar muntah trus langsung dilariin ke rumah sakit, untung aja berkat doa para penggemar, akhirnya gw selamet.


Oke... sekarang kita langsung loncat ke masa kuliah.....

Gw inget waktu ospek dulu gw disuruh nyanyi lagunya Joshua yang judulnya "obok2 air", makasih banget kakak2 senior..., berkat lagu itu sampe lulus gw dipanggil joshua ama anak2 sekampus *dengan nada kesssseel...*

Pernah juga pas ospek, kita kan yang disuruh bawa sapu lidi gitu dari rumah buat bersih2 halaman kampus, karena waktu itu gw masih naik bemo dan gw gak mo diliatin lagi bawa sapu lidi ama penumpang sebemo trus sapu lidinya gw tekuk dan gw masukin ke dalam tas gw yang ukurannya rada2 gede, nyampe di kampus baru gw keluarin, karena baru aja ditekuk maka sapu lidi itu butuh waktu beberapa menit untuk kembali ke bentuknya semula yang lurus, tapi belon sempat gw ngelurusin sapu lidi itu, tiba2 saja senior yang udah tereak2 gitu nyuruh kita semua pada ngumpul. ya udah deh daripada kena semprot gw langsung baris aja sama anak2 junior yang laen.

Satu persatu barisan kita dicek ama kakak2 senior, gw udah yang berasa gak enak aja, ehhh.., pas salah satu kakak senior lewat di samping gw, doi langsung rada2 takjub gitu ngeliat sapu lidi gw yang bengkok membentuk parabola sempurna dengan sudut sigma cosinus 45 derajat diukur dari ubun2 (halaahhh..).

Senior gendeng: Woiiii... kenapa punya kamu bengkok...?!!!!

Gw imut: *jawab ngasal aja* Takdir bang...!!!! (sumpahh..ini beneran..!!)

Senior gw yang langsung ngakak gitu..., keliatan sisa cabe nyempil di giginya.

Senior gendeng: Ya udah.... kamu maju ke depan barisan sana, terus nyanyi lagunya desi ratnasari, tapi liriknya gini "Takdir...., emang kejam, punyaku panjang tapi bengkok..!!!"

Gw imut: *sambil garuk2 kepala dan langkah gontai maju dan menyanyikan lagu termerdu yang pernah dinyanyikan oleh bangsa manusia*

Gak papa dah..., yang penting gw bisa membahagiakan temen2 gw yang laen, terbukti pas gw nyanyi lagu ini, mereka semua yang langsung tersenyum bahagia gitu.. (ato apa lagi ngetawain gw ya..??!!hmmm...), sebenernya gw gak rela suara gw yang merdu diobral gini, mubazir banget, soalnya suara gw kan adalah modal hidup gw ntuk mencari nafkah dengan menjadi spesialis ahli pembasmi kecoa, tikus dan serangga lainnya.

Huhuhuhu...T.T aslinya sih gw bingung, kalo inget semua daftar "dosa-dosa" gw diatas, gw gak tau harus nangis guling-guling keliling kampung ato ketawa cekikikan tengah malem sambil manjat poon jengkol.

Saturday, January 17, 2009

EMAIL TAK SENONOH

Sore yang indah itu, gue lagi di kamar, ber-ngenet ria sambil ngupil dan nungging dengan indahnya di atas tempat tidur. Trus mendadak gue inget kalo mo ngirim suatu data (kita sebut saja data XXX (weits...jangan pada mikir yang gak gak (mikir yang iya iya aja, hehe) ke email salah satu siswi. Ya udah, gue sms-in aja deh. Demi melindung jati diri dan masa depan siswi yang bersangkutan dan agar siswi yang bersangkutan tidak mengalami trauma dan shock psikologis yang membuatnya sampe terpaksa harus mendapatkan hadiah kejutan berupa liburan gratis dan nginep semalam di RSJ terdekat. Maka nama siswi tersebut beserta dialog sms dan alamat emailnya sebenarnya akan gue samarkan sedikit. Bunga bukan nama sebenarnya? ah basi..., melati? mawar? gak kreatip..!! napa musti nama bunga? napa gak nama buah aja? kayak kedondong, durian, terong, jengkol, pete..!! hah..?!! hah..?!! hah..?!! (esmosi nih ceritanya)
Nama siswi yang bersangkutan kita samarkan dan sebut saja menjadi Inggrid Yolanda Emillia Miranda, disingkat I.Y.E.M. Supaya lebih afdol, mari kita tambahkan lagi last name yang indah dan menggetarkan jiwa dan sukma, mengguncangkan dunia persilatan, mengiris kalbu yaitu..JENG..JENG..JENG....,SIMILIKITI..!! sehingga menjadi: Iyem Similikiti. sungguh nama samaran yang sangat indah dan mengharukan (jika anda adalah anggota grup lawak srimulat)
Gue luthu (tanpa 'ng') : Btw, emailmu apa? mo ngirim data XXX nih.
Iyem Similikiti : Ngg..oke, tapi jangan ketawa yah ntar...awas lho..
Gue luthu (tanpa 'ng') : Gaakk..., ngapain juga..
Iyem Similikiti : Iya deh, nih: bth_cow@yahuud.kom
Gue luthu (tanpa 'ng') : ....................
Gue luthu (tanpa 'ng') : Gyahahahaha...(ketawa guling-guling)
Iyem Similikiti : Tuuhh..kaan, pasti mikir yang gak gak dee.
Gue luthu (tanpa 'ng') : Lagiaann....
Iyem Similikiti : artinya bukan seperti itu tauu.., 'bth' tuh salah satu nama panggilan q 'betha'. Kalo 'cow' itu artinya 'sapi', soalnya aq suka ama sapi. Gituuu...
Gue luthu (tanpa 'ng') : Taruhan, pasti kamu selalu menjelaskan seperti ini kalo ada yang nanya emailmu..hahaha
Iyem Similikiti : Iyaa...sampe sebel deh. Waktu ngebuat email kok gak kepikiran yah kalo bisa dibaca seperti itu, bisa diganti gak yah?
Gue luthu (tanpa 'ng') : Mungkin.., gak tau deh. Udah deh pasraah ajaa. Hadapi takdirmu..Gyahahahaha...
Dan sampe sekarang sms terakhir itu belum dibales ama dia, mudah2an deh dia gak stress trus bunuh diri pake cotton bud (korek kuping). Yaah.., setidaknya gue kan sudah menunjukkan keprihatinan gue dan sudah berusaha semampu gue memberi jawaban yang bijaksana dan berwibawa. Trus kalo sudah gini, salah siapa? salah gue?! salah temen2 gue.?!! knapa tak kau pecahkan saja gelasnya.?!! (huhuhu...T.T AADC kronis (hmmm...(tarikk nafass panjang, buang nafas...)

Thursday, January 15, 2009

Dot

Berikut adalah percakapan via sms. Demi kelanjutan perkembangan jiwa dan psikologisnya, maka nama dan email berikut akan sedikit disamarkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terpaksa orang yang bersangkutan sampai harus berlibur di RSJ terdekat.

Gue : Eh, emailmu apa? mo ku kirimin data nih..
Iyem Similikiti : oh.., oke, dyn_cow@yahud.kom
Gue : ........
Iyem Similikiti : bukaannn..!!! artinya bukan itu